Jumat 13 Aug 2021 13:05 WIB

Mensesneg: UMAM Capaian Monumental Muhammadiyah

Kehadiran UMAM akan semakin memperkokoh jembatan diplomasi kebudayaan Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno
Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Menteri Sekretaris Negara Pratikno

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lahirnya Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM), sebagai perguruan tinggi (PT) pertama milik Persyarikatan Muhammadiyah di luar negeri, mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. 

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, kelahiran UMAM pada peringatan HUT ke-76 Republik Indonesia, di tengah berbagai kesulitan menghadapi pandemi Covid-19  sungguh sangat membanggakan. 

"Capaian monumental bidang pendidikan ini semakin memperluas kontribusi pencerahan Muhammadiyah untuk sesama di mancanegara," ujar Pratikno dalam pernyataan tertulisnya kepada Republika.co.id, Jumat (13/8).

Pratikno berharap, kehadiran UMAM akan semakin memperkokoh jembatan diplomasi kebudayaan Indonesia, khususnya dengan negara-negara serumpun Melayu di Asia Tenggara.  "Saya yakin, dakwah Muhammadiyah terus menembus batas negara dalam menebarkan manfaat untuk pencerahan sesama dan kemanusiaan. Selamat dan sukses atas berdirinya UMAM," ungkap Pratikno.

Ucapan selamat atas berdirinya UMAM juga disampaikan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas. Selamat atas berdirinya Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM)," kata Menag.

Menurut Yaqut, internasionalisasi gerakan Muhammadiyah ini merupakan wujud perluasan dakwah Islam Indonesia di bidang pendidikan dalam rangka memperkuat ukhuwah antarbangsa. 

"Muhammadiyah merupakan salah satu kekuatan sipil Islam yang konsisten menyuarakan moderasi beragama dan kemajuan Islam. Saya sangat bangga, kehadiran UMAM memperkokoh komitmen Islam Indonesia menjadi kekuatan pencerahan di Asia Tenggara," ucapnya.

Baca juga : Memahami Makna Hijrah

UMAM bakal memulai operasional studi pada tahun ini. Sebagai langkah awal, UMAM membuka 15 program studi. Ketua Umum PP Prof Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, izin resmi pendirian UMAM diberikan Pemerintah Malaysia melalui Jabatan Pendidikan Tinggi pada Kementerian Pengajian Tinggi Malaysia dikeluarkan pada 5 Agustus 2021. 

“Izin ini kami peroleh setelah melalui proses perjuangan dan usaha yang sungguh-sungguh tiada henti sejak 2017," kata Haedar dalam konferensi pers virtual, Kamis (12/8). 

Haedar menyampaikan, Muhammadiyah mengkhidmatkan UMAM bagi bangsa dan dunia untuk Islam yang berawasan dan menebarkan rahmatan lil-alamin. Adapun alasan mengapa Malaysia yang dipilih sebagai tempat pertama universitas Muhammadiyah di luar negeri adalah karena Malaysia merupakan negara serumpun Indonesia.

Menurut Haedar, Malaysia dan Indonesia sebagai anggota ASEAN terus bergerak menjadi kekuatan regional dengan semangat fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) untuk terus memainkan peran global bersama bangsa-bangsa dari seluruh dunia. 

“Malaysia adalah bangsa serumpun. Indonesia dan Malaysia terus bergerak menjadi kekuatan regional dan dapat bersatu membawa misi perdamaian dalam warna Islam yang berkebudayaan timur,” kata dia.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement