Selasa 17 Aug 2021 13:55 WIB

Renungkan Pembukaan UUD 1945

UUD 1945 memuat cita-cita bangsa.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
 Renungkan Pembukaan UUD 1945. Foto: Sesditjen Bina Islam Kemenag Fuad Nasar
Foto: Dok STEI SEBI
Renungkan Pembukaan UUD 1945. Foto: Sesditjen Bina Islam Kemenag Fuad Nasar

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Sesditjen Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Fuad Nasar, menyampaikan pesan untuk menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76. Dalam pesannya, ia mengajak semua merenungkan setiap kata dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

"Mari merayakan HUT ke-76 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat dan karunia-Nya yang telah menyertai perjalanan republik selama 76 tahun serta mawas diri dalam menghadapi cobaan dari-Nya yang memperkaya pengalaman bernegara dan memupuk ketangguhan berbangsa," kata Fuad melalui pesan tertulis kepada Republika, Selasa (17/8).

Baca Juga

Fuad juga mengajak semuanya untuk merenungkan dan meresapi setiap kata dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang memuat cita-cita perjuangan bangsa dan tujuan bernegara.

Ia menyampaikan, dalam Pembukaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang naskahnya dirancang oleh sembilan tokoh pendiri negara tanggal 22 Juni 1945 diketuai Bung Karno atau dinamakan Piagam Jakarta, sebagaimana dinyatakan oleh Prof. Mr. H. Muhammad Yamin dalam bukunya Proklamasi dan Konstitusi Republik Indonesia. Ia berisi garis-garis pemberontakan melawan imperialisme-kapitalisme dan fasisme, serta memuat dasar pembentukan Negara Republik Indonesia.

"Umat Islam perlu senantiasa memelihara dan  mengembangkan wawasan bernegara yang religius dan wawasan religius yang negarawan, seperti yang dicontohkan oleh para pemimpin-pejuang umat di masa lampau," ujarnya.

Fuad mengatakan, semua orang yang ditakdirkan mengisi panggung sejarah di hari ini dalam kedudukan dan peran apapun, sejatinya bertanggungjawab terhadap generasi yang telah pergi dan generasi yang akan datang. Tanamkan sikap dan rasa tanggungjawab terhadap generasi mendatang dengan memelihara dan mewariskan Tanah Air dan negara ini dalam kondisi yang lebih baik.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement