Rabu 16 Feb 2022 19:14 WIB

NU Dinilai Berhasil Bentengi Indonesia dari Paham Khilafah

NU menjaga prinsip dalam ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah.

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil
menjaga prinsip dalam ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah . Foto:   (ilustrasi) logo nahdlatul ulama
Foto: tangkapan layar wikipedia.org
menjaga prinsip dalam ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah . Foto: (ilustrasi) logo nahdlatul ulama

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Nahldatul Ulama (NU) merupakan organisasi kebangkitan para ulama yang kini telah berusia 99 tahun  berdasarkan kalender Islam. NU didirikan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari bersama para kiai lainnya di Surabaya pada 16 Rajab 1344 Hijriah.

Sejarawan Islam dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Machasin menjelaskan, di usianya yang hampir satu abad ini NU telah berhasil dalam banyak hal, termasuk dalam membentengi Indonesia dari gempuran pihak-pihak yang ingin mendirikan khilafah di Indonesia.

Baca Juga

“NU bersama yang lainnya berhasil menjaga kesadaran bahwa negara Indonesia ini adalah suatu pilihan yang pas di tengah berbagai macam pikiran mendirikan negara Islam atau tarikan-tarikan dari gerakan naisonal untuk menjadikan Indonesia bagian dari khilafah islamiyah,” ujar Prof Machasin kepada Republika.co.id, Rabu (16/2).

Dia mengatakan, organasiasi NU dan para pemimpinnya telah berhasil menjaga keutuhan NKRI. Menurut dia, orang-orang NU menanggap bahwa Indonesia yang berlandasakan Pancasila sudah tepat. Karena, Indonesia bukan negara Islam dan juga bukan negara sekuler.

“Di situ saya kira peran penting yang dilakukan oleh NU,” ucap dia.

Menurut Prof Machasin, NU selama ini telah menegaskan bahwa Indonesia merupakan Darul Ahdi atau “negara kesepakatan”, yang berarti kehadiran Indonesia dan segala dasarnya merupakan hasil dari suatu konsensus atau kesepakatan nasional.

“NU mengambil sikap bahwa Indonesia itu negara perjanjian di antara orang-orang yang latar belakang agamanya berbeda-beda. Jadi ini harus dipertahankan, lalu muncul NKRI harga mati. Di situlah peran NU sangat besar,” kata Prof Machasin.

Dalam membangun peradaban di Indonesia, menurut dia, intinya NU selama ini selalu menjaga prinsip dalam ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), yaitu tawazun (seimbang), tawassuth (tengah), tasamuh (toleran) dan i’tidal (adil).

“Intinya itu keseimbangan itu yang dijaga. Tidak telalu maju, tapi juga tidak ketinggalan,” jelas Guru Besar Sejarah Kebudayaan Islam UIN Sunan Kali Yogyakarta ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement