Selasa 22 Feb 2022 07:46 WIB

Meninggalkan Ikhtiar dan Pasrah pada Takdir

Seseorang biasanya berikhtiar dengan berusaha agar mencapai keinginan.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Muhammad Hafil
Meninggalkan Ikhtiar dan Pasrah Pada Takdir. Foto:   Profesional dalam berbisnis (ilustrasi).
Foto: ist
Meninggalkan Ikhtiar dan Pasrah Pada Takdir. Foto: Profesional dalam berbisnis (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Seseorang biasanya berikhtiar dengan berusaha agar mencapai keinginan atau menghindari suatu hal. Namun bolehkah seorang muslim meninggalkan ikhtiar dan pasrah pada takdir?

Dikutip dari buku Ambilah Aqidahmu dari Alquran dan As-sunnah yang shahih yang difahami Shahabat Radhiyallahu Anhum, iman kepada takdir merupakan keyakinan bahwa semuanya telah ditentukan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Seorang muslim juga tidak boleh meninggalkan ikhtiar dan pasrah kepada takdir.

Baca Juga

Allah Ta'ala berfirman, 

فَاَمَّا مَنۡ اَعۡطٰى وَاتَّقٰىۙ‏. وَصَدَّقَ بِالۡحُسۡنٰىۙ‏. فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلۡيُسۡرٰىؕ

“Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (Surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” (QS. Al-Lail ayat 5-7) 

Dan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: 

اعملوا فكل ميسر لما خلق له

“Berusahalah (yaitu dengan melakukan amal shalih), karena semuanya akan dimudahkan untuk sesuatu yang ia diciptakan untuk itu." (HR Bukhari dan Muslim)

Artinya, jalan menuju surga akan menjadi mudah bagi mereka yang berjuang untuk mendapatkan surga. Sementara jalan menuju kehancuran pun akan dibuat mudah bagi mereka yang telah ditentukan atasnya.

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement