Ahad 07 Aug 2022 18:55 WIB

Buku Agama Laris Manis di Pameran IBF 2022

IBF 2022 menyediakan buku-buku agama.

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil
Pengunjung melihat koleksi buku yang dipamerkan pada ajang Islamic Book Fair (IBF) 2022 di Jakarta, Rabu (3/8/2022). IBF 2022 yang diadakan di Jakarta Convention Center (JCC), akan berlangsung hingga tanggal 7 Agustus 2022 mendatang. Pameran IBF 2022 diikuti sekitar 80 peserta dari dalam dan luar negeri dengan total pengambilan stan kepesertaan mencapai 200 stan.
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Pengunjung melihat koleksi buku yang dipamerkan pada ajang Islamic Book Fair (IBF) 2022 di Jakarta, Rabu (3/8/2022). IBF 2022 yang diadakan di Jakarta Convention Center (JCC), akan berlangsung hingga tanggal 7 Agustus 2022 mendatang. Pameran IBF 2022 diikuti sekitar 80 peserta dari dalam dan luar negeri dengan total pengambilan stan kepesertaan mencapai 200 stan.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pameran buku islam terbesar di Tanah Air, Islam Book Fair (IBF) 2022 telah digelar selama lima hari pada 3-7 Agustus 2022 di Jakarta Convention Center (JCC). Memasuki alkhir pekan, pameran IBF yang ke-20 ini membludak dan buku-buku pun banyak yang laris, khususnya buku-buku agama dan novel islami. 

CEO Rene Turos Indonesia (RTI) Lukman Hakim Arifin mengatakan, pihaknya sudah mengikuti pameran ini selama kali. Untuk pameran IBF tahun ini, menurut dia, buku agama masih menjadi buku terlaris di stan grup Rene Turos Indonesia, seperti karya Imam Al-Ghazali dan Ibnu Athaillah.

Baca Juga

"Tetap paling laris buku agama, tasawuf, seperti Al Hikam, Kitab At-Tanwir Istirahatkan Dirimu Dari Kesibukan Duniawi, dan buku-buku ajar. Karena banyak yang datang ke IBF ini kan, santri, orang-orang pesantren," ujar Lukman saat ditemui Republika.co.id dalam pameran IBF 2022 belum lama ini. 

Selain itu, menurut dia, banyak juga pengjung IBF yang membeli buku motivasi untuk remaja, seperti nuku turos yang berjudul "Mahfuzhat". Buku ini berisi untaian nasihat dari ulama dan panyair terdahulu. Buku terbaru terbitan Turos Putaka yang berjudul "Kitab Izhatun Nasyihin" juga banyak diminati pengunjung. 

"Kemudian buku terkait dengan motivasi remaja, itu kota punya Izhatun Nasyihin, ini baru. Ini berisi nasihat untuk anak muda.Buku ini juga menginspirasi terjadinya perang Perlawanan 10 November. Jadi KH Hasysim Asyari untuk menyemangati para santri itu suruh baca buku ini," kata Lukman.   

Dalam pameran yang sama, buku-buku agama di stan Republika Penerbit juga banyak diminati masyarakat. Namun, Kepala Redaksi Republika Penerbit Syahruddin El Fikri mengatakan, novel  tetap menjadi primadona. 

"Novel yang paling laris, disusul buku-buku agama," ujar Syahruddin kepada Republika.co.id, Ahad (7/8/2022). 

Ada banyak buku yang bisa dikategorikan terlaris di stan Republika Penerbit, antara lain Suluh Rindu, Kembara Rindu, Merindu Baginda Nabi, dan Bumi Cinta, Pudarnya Pesona Cleopatra. Buku-buku tersebut merupakan karya Habiburrahman El Shirazy atau Kang Abik. Selain itu juga ada buku Sangkakala di Langit Andalusia dan I Am Sarahza karya Hanum Rais dan Rangga Almahendra. 

Tidak hanya itu, buku Pangeran Tak Berharap Mahkota karya dari KH Adrian Mafatihallah Karim juga termasuk buku yang laris manis di pameran IBF kali ini. 

"Selain buku di atas, masih ada juga buku-buku lainnya yang terjual cukup banyak di stan Republika, antara lain Fikih Muamalah Kontemporer, Menebar Cahaya di Negeri Sekeping Surga, Buya Hamka, dan lainnya," ucap Syahruddin.

"Alhamdulillah, secara umum, penjualan buku-buku di stan Republika bisa dikatakan cukup baik. Yang tak kalah menggembirakan, buku-buku murah benar-benar diserbu banyak pembaca," kata Syahruddin.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement