Selasa 25 Oct 2022 21:21 WIB

Enam Warga Palestina Tewas dan 19 Terluka Digempur Militer Israel

Israel bunuh enam warga Palestina.

Rep: umar mukhtar/ Red: Muhammad Hafil
Enam Warga Palestina Tewas dan 19 Terluka Digempur Militer Israel. Foto:  Pengunjuk rasa Palestina bentrok dengan tentara Israel di kota Hebron, Tepi Barat, 12 Oktober 2022. Warga Palestina menyerukan protes dan pemogokan umum di kota-kota Tepi Barat, termasuk Hebron, sebagai solidaritas dengan warga Palestina di kamp Shufat Yerusalem, di mana lebih dari 100.000 orang telah berada di bawah pengepungan ketat tentara Israel selama empat hari karena penutupan pos pemeriksaan.
Foto: EPA-EFE/ABED AL HASHLAMOUN
Enam Warga Palestina Tewas dan 19 Terluka Digempur Militer Israel. Foto: Pengunjuk rasa Palestina bentrok dengan tentara Israel di kota Hebron, Tepi Barat, 12 Oktober 2022. Warga Palestina menyerukan protes dan pemogokan umum di kota-kota Tepi Barat, termasuk Hebron, sebagai solidaritas dengan warga Palestina di kamp Shufat Yerusalem, di mana lebih dari 100.000 orang telah berada di bawah pengepungan ketat tentara Israel selama empat hari karena penutupan pos pemeriksaan.

REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT -- Enam warga Palestina tewas dan hampir 20 lainnya mengalami luka pada Selasa (25/10/2022) pagi dalam serangan besar-besaran oleh pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki. Laporan ini disampaikan Kementerian Kesehatan Palestina seperti dilansir Gulf Today.

Kementerian Kesehatan Palestina awalnya melaporkan tiga orang tewas dan 19 terluka. Tiga di antaranya mengalami luka serius karena menjadi sasaran tembakan oleh pasukan Israel di Nablus.

Baca Juga

Kemenkes Palestina selanjutnya menyampaikan, ada dua warga Palestina yang tewas di Nablus. Di daerah lain yang dekat dari Ramallah, seorang warga Palestina juga tewas dalam bentrokan yang terjadi pada Senin (24/10/2022) malam.

Tentara Israel mengatakan telah melakukan operasi besar-besaran bersama polisi dan petugas intelijennya yang menargetkan sebuah situs yang digunakan oleh operasi utama 'Lion's Den'. Tempat itu digambarkan sebagai markas besar dan bengkel untuk membuat senjata.

Kekerasan meningkat dalam beberapa bulan terakhir di Tepi Barat utara, wilayah Palestina yang diduduki Israel sejak 1967, terutama di wilayah Nablus dan Jenin. Dalam catatan PBB, ada lebih dari 100 pejuang Palestina dan warga sipil yang tewas sejak awal tahun ini, korban terberat di Tepi Barat selama hampir tujuh tahun.

Juru Bicaranya Presiden Palestina, Nabil Abu Rudeinah mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa Presiden Palestina Mahmoud Abbas saat ini sedang membangun kontak yang mendesak untuk menghentikan agresi terhadap rakyat Palestina di Nablus.

Serangan tak hanya dilakukan oleh pasukan tentara Israel tetapi juga pemukim Israel. Para pemukim Israel pada Senin (24/10/2022) pagi menyerang rumah-rumah dan mobil-mobil warga Palestina di sebuah kota dekat kota Bethlehem, di Tepi Barat yang diduduki.

Dalam aksinya, para pemukim Israel menyerbu kota Tuqou, tenggara Betlehem, dan melemparkan batu ke sejumlah rumah dan mobil, memecahkan jendela mereka, sumber keamanan mengatakan kepada kantor berita Otoritas Palestina Wafa. Tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Serangan itu terjadi beberapa jam setelah pemukim merusak rumah dan mobil warga Palestina di desa Almenia, timur Betlehem pada Ahad (23/10/2022) malam. Israel telah menduduki Tepi Barat secara ilegal sejak tahun 1967.

Sumber:

https://www.gulftoday.ae/news/2022/10/25/six-palestinians-killed-in-israeli-raids-in-west-bank

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement