Rabu 15 Feb 2023 04:04 WIB

Pengusaha India Bangun Masjid untuk Mengenang Orang Tua

Masjid itu dibangun untuk mengenang orang tuanya.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil
Pengusaha India Bangun Masjid untuk Mengenang Orang Tua. Foto: Masjid (ilustrasi)
Foto: Dok Republika
Pengusaha India Bangun Masjid untuk Mengenang Orang Tua. Foto: Masjid (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SULLIA – Seorang pengusaha di kota Sullia, distrik Dakshina Kannada, India, membangun pusat komunitas dan masjid dengan gaya khas negara-negara Teluk. Masjid itu dibangun untuk mengenang orang tuanya.  

Seperti dilansir Times of India pada Selasa (14/4/2023)Muhammad Yunus Hasan membangun Masjid Haji Hasan di atas tanah milik Sullia Educational and Charitable Trust untuk mengenang orang tuanya yakni Hasan dan Hajira. Masjid itu memiliki  fasilitas seluas 7.000 kaki persegi yang tersebar di dua lantai. Masjid Haji Hasan diresmikan pada Ahad (12/2/2023). Muhammad Yunus sendiri berasal dari taluk Tarikere Chikkamagaluru dan menetap di Mangaluru, dia menjalankan bisnis di Arab Saudi dan Bahrain.

Baca Juga

“Membangun masjid bukanlah pajangan kekayaan, melainkan ekspresi cinta tanpa syarat kepada orang tua, terutama ibu dan anak,” kata  Muhammad Yunus

“Saya mencoba untuk mengirimkan pesan kepada generasi muda bahwa seseorang harus mencintai orang tuanya. Begitu saya kehilangan orang tua saya, saya ingin mendedikasikan sebuah masjid untuk mengenang mereka. Saya berinisiatif untuk memenuhi kebutuhan ini di Sullia,” kata Muhammad Yunus yang kehilangan ibunya Hajira pada tahun 2020 dan ayahnya Hassan dua dekade lalu.

Ia ​​mengatakan ada juga proposal untuk memulai pusat studi bahasa Arab, perpustakaan dan pusat konseling keluarga

"Yunus adalah seorang dermawan. Sebagai wali dari Team B-Human, dia membantu banyak orang, terutama mereka yang sakit dan tidak mampu untuk membayar tagihan rumah sakit mereka," kata Asif Ahmed, pendiri dan direktur pengelola Deal Group yang merancang, merencanakan, dan melaksanakan proyek tersebut.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement