Sabtu 04 Mar 2023 11:00 WIB

Universitas Dundee Skotlandia Buat Program Bantu Muslim Diabetes Selama Ramadhan

Program ini mengantisipasi peningkatan risiko komplikasi diabetes.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi Ramadhan. Universitas Dundee Skotlandia Buat Program Bantu Muslim Diabetes Selama Ramadhan
Foto: Pixabay
Ilustrasi Ramadhan. Universitas Dundee Skotlandia Buat Program Bantu Muslim Diabetes Selama Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, DUNDEE -- Sebuah program milik Universitas Dundee di Skotlandia berupaya membantu umat Islam dalam kondisi tertentu menjalani puasa yang aman selama Ramadhan. Program ini memiliki spesialisasi dalam hal perawatan diabetes.

"Diabetes and Ramadan" diproduksi oleh layanan kesehatan MyWay Digital. Langkah ini merupakan bagian dari tanggapan terhadap peningkatan risiko komplikasi kesehatan serius, yang dihadapi oleh penderita diabetes yang ingin berpuasa.

Baca Juga

Ada banyak komplikasi dari penyakit ini, seperti gula darah rendah, ketoasidosis diabetik dan dehidrasi. Namun, mereka dapat dicegah dengan mengatur tubuh dan mengurangi risiko puasa, sembari memanfaatkan pola pengobatan lainnya.

Dilansir di The National, Sabtu (4/3/2023), banyak pasien diabetes dapat kurang memahami masalah ini. Di sisi lain, petugas profesional kesehatan juga beberapa ada yang gagal menilai bagaimana Ramadhan berdampak pada penderita diabetes.

Dua kursus daring gratis akan dilaksanakan pada Selasa 7 Maret dan Rabu 8 Maret minggu depan. Kursus ini ditujukan untuk Muslim penderita diabetes dan keluarga/pengasuh mereka yang menjalani Ramadhan, serta jadwal lainnya untuk profesional kesehatan.

Ramadhan adalah bulan kesembilan dari kalender Islam. Selama momen ini, umat Islam di seluruh dunia tidak akan makan atau minum selama siang hari.

Ritual puasa dianggap sebagai salah satu cara untuk mengajarkan disiplin diri, serta mengingatkan umat Islam akan penderitaan orang-orang yang kurang beruntung dari mereka.

Program kesehatan MyWay menjalankan proyek percontohannya sebelum Ramadhan 2022. Selama proses ini, banyak pasien dan dokter melaporkan manfaatnya.

"Bulan suci Ramadhan sangat penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Ini adalah bulan yang banyak manfaatnya tetapi bagi sebagian orang, seperti penderita diabetes, ada kendala yang harus dilalui," ucap Presiden BIMA, Dr Salman Waqar.

Ia menyebut bukan hanya pasien yang mungkin tidak tahu cara terbaik untuk beradaptasi, tetapi dokter dan perawat juga mungkin tidak memahami semua masalah seputar Ramadhan. Hal ini terjadi utamanya di negara seperti Inggris, yang mana Muslim merupakan minoritas, serta para profesional mungkin tidak diajarkan hal ini dalam pelatihan mereka.

“Gabungkan semuanya, ini dapat menyebabkan ketidaksetaraan dalam bagaimana Muslim dengan diabetes mendapatkan perawatan kesehatan," lanjut dia.

MyWay sendiri merupakan pengembangan dari aplikasi My Diabetes My Way (MDMW), yang dikembangkan oleh Drs Scott Cunningham dan Debbie Wake di University of Dundee.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement