Home > Gaya Hidup

Dibalik Keliru, Ini Bukti Terkait Keju yang Perlu Kita Ketahui

Keju merupakan salah satu makanan yang sangat populer di seluruh dunia. Selain memiliki rasa yang lezat, keju juga mengandung berbagai nutrisi penting.

TOPNEWS62.COM- Depok, Senin (04/3/2024) Keju merupakan salah satu makanan yang sangat populer di seluruh dunia. Selain memiliki rasa yang lezat, keju juga mengandung berbagai nutrisi penting.

Sejarah terkait keju

Keju adalah salah satu makanan tertua yang diketahui oleh manusia, dan telah menjadi bagian penting dari budaya makan di seluruh dunia. Sejak zaman prasejarah, manusia telah mengenal dan mengonsumsi keju. Berikut adalah sejarah singkat tentang bagaimana keju telah menjadi makanan yang sangat disukai di seluruh dunia.

1. Penemuan Awal Keju pertama kali ditemukan secara tidak sengaja ketika susu yang disimpan dalam lambung hewan dimurnikan oleh enzim alami dalam lambung tersebut. Proses ini menghasilkan bahan padat yang kemudian menjadi cikal bakal keju. Sejarawan percaya bahwa keju pertama kali dibuat sekitar 8000-9000 SM di wilayah yang sekarang menjadi Timur Tengah.

2. Perkembangan di Dunia Kuno Keju menjadi populer di kalangan bangsa Mesir Kuno, Yunani Kuno, dan Romawi Kuno. Para bangsawan dan orang kaya seringkali mengonsumsi keju sebagai bagian dari hidangan mewah mereka. Di Yunani kuno, keju sering digunakan sebagai hadiah dalam ajang olahraga.

3. Keju di Abad Pertengahan Pada Abad Pertengahan, keju menjadi makanan yang sangat penting di Eropa. Keju diproduksi di berbagai negara Eropa dan menjadi bagian penting dari diet sehari-hari penduduk. Keju juga sering disebut dalam literatur dan seni Eropa pada masa itu.

4. Perkembangan Teknologi Pembuatan Keju Pada abad ke-19, perkembangan teknologi pembuatan keju mulai pesat. Louis Pasteur menemukan proses pasteurisasi, yang membantu mengurangi risiko keracunan makanan dari susu mentah. Selain itu, pengembangan teknologi lainnya, seperti kultur bakteri dan teknik pemotongan curd, juga membantu meningkatkan kualitas dan variasi keju yang diproduksi.

5. Keju di Era Modern Di era modern, keju telah menjadi makanan yang sangat populer di seluruh dunia. Berbagai jenis keju dari berbagai negara dapat ditemukan di pasar internasional. Keju juga menjadi bahan pokok dalam berbagai hidangan, mulai dari pizza hingga hidangan gourmet.

Keju telah menjadi bagian integral dari kehidupan manusia selama ribuan tahun. Dari penemuan awalnya hingga popularitasnya saat ini, keju tetap menjadi makanan yang disukai banyak orang di seluruh dunia. Dengan berbagai jenis dan rasa yang beragam, keju terus menjadi makanan yang menarik untuk dinikmati oleh semua kalangan

Berikut adalah beberapa fakta terkait keju yang perlu kita ketahui:

· Beragam Jenis: Ada berbagai jenis keju yang berasal dari berbagai negara di dunia. Setiap jenis keju memiliki karakteristik rasa, tekstur, dan aroma yang berbeda-beda.

· Kandungan Gizi: Keju mengandung banyak nutrisi penting, termasuk protein, kalsium, fosfor, dan vitamin B12. Kandungan nutrisi ini penting untuk menjaga kesehatan tulang, gigi, dan sistem saraf.

· Proses Pembuatan: Proses pembuatan keju melibatkan fermentasi susu oleh bakteri atau ragi tertentu. Proses fermentasi ini memberikan keju rasa dan tekstur yang khas.

· Pilihan Sehat: Meskipun tinggi lemak, keju juga mengandung lemak sehat seperti asam lemak omega-3 dan omega-6. Konsumsi keju dengan bijak dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.

· Varian Rendah Lemak: Untuk mereka yang ingin mengurangi asupan lemak, tersedia juga keju rendah lemak atau keju non-lemak yang memiliki kandungan lemak lebih rendah dari keju biasa.

· Kandungan Laktosa: Beberapa orang mungkin memiliki intoleransi terhadap laktosa, gula alami yang terdapat dalam susu. Namun, beberapa jenis keju, seperti cheddar, mengandung sedikit laktosa karena proses fermentasinya.

· Penyimpanan: Keju sebaiknya disimpan dalam suhu yang tepat agar tetap segar dan tidak cepat berjamur. Simpan keju di dalam kulkas dengan wadah kedap udara untuk menjaga kualitasnya.

· Penggunaan dalam Masakan: Keju sering digunakan dalam berbagai masakan, mulai dari pizza, pasta, hingga saus. Keju juga bisa disajikan sebagai camilan atau tambahan pada roti.

· Keju sebagai Sumber Protein: Bagi vegetarian, keju dapat menjadi sumber protein nabati yang baik. Konsumsi keju bersama dengan makanan lain dapat membantu memenuhi kebutuhan protein harian.

Dok.Pixabay.com
Dok.Pixabay.com

Di Indonesia keju bukan makanan utama, tapi kerap ditambahkan pada sajian dessert atau kue kering. Pada masakan, keju tua dan keju lunak sering dipakai untuk saus atau topping. Dilansir dari Mashed, Senin (04/3/24), berikut sederet fakta keju yang ternyata masih banyak mengecoh, antara lain:

1. Warna Keju

Setiap jenis keju memiliki warna yang berbeda. Beberapa di antaranya ada yang kuning terang, kuning pucat, hingga yang oranye kemerahan, banyak yang beranggapan kalau keju dengan warna oranye kemerahan itu terbentuk secara alami. Padahal faktanya keju oranye jauh dari kata alami yang mana dulunya merupakan trik pemasaran sejak abad ke-16.

Awalnya, pembuat keju memanfaatkan kunyit atau jus wortel untuk memberi warna oranye pada keju mereka. Pada abad ke-18, sebagian besar produsen keju beralih ke annatto dari Amerika Selatan untuk memberikan warna emas tanpa tambahan rasa apa pun, dan saat ini, annatto masih memberikan warna yang dapat dikenali pada cheddar oranye.

2. Konsumsi Keju

Orang yang intoleransi terhadap laktosa biasanya menghindari susu. Banyak juga yang akhirnya tak mengonsumsi produk susu, seperti keju. Namun, ternyata anggapan soal mengonsumsi keju tak baik untuk yang intoleransi terhadap laktosa itu salah. Tak semua jenis keju harus dihindari, karena proses pembuatan keju menghilangkan sebagian besar laktosa dalam susu.

3. Kandungan Lemak Keju

Keju memiliki sejumlah kandungan lemak. Banyak yang beranggapan kalau kandungan lemak pada keju ini semakin besar pada jenis keju lunak. Keju yang encer mendapatkan teksturnya bukan karena lebih banyak lemak, melainkan karena kandungan airnya yang lebih tinggi. Faktanya, keju yang padat dan keras seperti cheddar tua atau parmesan justru memiliki lebih banyak lemak.

4. Penyimpanan Keju

Proses penyimpanan keju juga harus tepat kalau ingin konsistensinya tahan lama. Banyak orang percaya kalau menyimpan keju yang baik harus dibungkus menggunakan plastik. Ternyata, fakta itu justru sebaliknya. Disebutkan kalau keju itu hidup dan perlu bernapas. Jika membungkusnya dengan plastik, maka akan mendorong terbentuknya jamur dan membuatnya lebih cepat rusak.

Alternatif yang harus dilakukan adalah membungkus keju dengan kertas roti, kertas lilin, atau bahkan kertas keju yang bisa didapatkan dari penjualnya. Kertas ini akan membantu keju dalam mempertahankan keseimbangan kelembapannya.

5. Keju Berjamur

Beberapa jenis keju ada yang diketahui berjamur, seperti brie, gorgonzola, dan lainnya. Kalau berpikir keju berjamur itu tak aman dikonsumsi, anggapan itu salah.

Jika saat membeli keju, lalu muncul jamur di beberapa bagiannya, jangan langsung membuangnya. USDA merekomendasikan untuk memotong sekitar 1 inci pada bagian yang berjamur. Kemudian, sisa kejunya masih bisa dinikmati.

Namun, untuk jenis keju yang lembut seperti ricotta, krim keju, chevre, dan lainnya, jika muncul jamur sebaiknya langsung dibuang. Hal yang sama berlaku untuk keju yang sudah diparut atau diparut, yang kemungkinan besar terkontaminasi jauh dari apa yang terlihat dengan mata telanjang dan jika dikonsumsi akan berdampak pada kesehatan.

Dengan berbagai fakta yang menarik ini, keju memang pantas untuk dijadikan bagian dari pola makan sehat kita. Namun, tetaplah mengonsumsi keju dengan bijak dan seimbang agar mendapatkan manfaat yang optimal. Keju seringkali digunakan pada masakan dan kue. Namun, ada beberapa fakta mengenai keju yang kerap salah arti. Mulai dari warna hingga kandungan lemak keju.

Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan dan informasi yang baik bagi kesehatan kita.

× Image